Sobat Intercountax…

Sebagai warga negara yang baik berkewajiban untuk bersama-sama berkontribusi dalam keuangan negara salah satunya melalui pembayaran pajak. Musim pelaporan SPT Pajak Penghasilan sudah dimulai. Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan yang sudah mempunyai NPWP setiap tahun tentu diwajibkan untuk melakukan pelaporan pajak. Batas akhir pelaporan SPT PPh Orang Pribadi adalah 31 Maret sedangkan untuk SPT PPh Badan adalah 30 April.

Dalam melakukan pelaporan SPT PPh Wajib Pajak Orang Pribadi terdapat 3 (tiga) jenis Surat Pemberitahuan Tahunan terdiri dari :

  1. Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Sangat Sederhana (formulir 1770 SS)
  2. Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Sederhana (formulir 1770 S)
  3. Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi (formulir 1770)

Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Sangat Sederhana (formulir 1770 SS)

SPT jenis ini ditujukan bagi Wajib Pajak yang :

  • mendapat penghasilan hanya dari satu perusahaan atau memiliki penghasilan dari satu perusahaan saja.
  • Jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) setahun

Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Sederhana (formulir 1770 S)

SPT jenis ini ditujukan bagi Wajib Pajak yang :

  • memiliki penghasilan tahunan lebih dari Rp 60.000.000
  • mendapat penghasilan lebih dari satu sumber atau pemberi kerja

Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi (formulir 1770)

SPT jenis ini ditujukan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai Penghasilan :

  • dari usaha/pekerjaan bebas
  • dari satu atau lebih Pemberi Kerja
  • yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final;dan/atau
  • dalam negeri lainnya (bunga, royalty atau lainnya)/penghasilan luar negeri

Lebih mudahnya membedakan ketiga jenis SPT adalah terdapat pada status karyawan/pegawai atau yang bukan serta berdasarkan penghasilan Wajib Pajak orang pribadi per tahun. Karyawan dengan penghasilan per tahun lebih kecil atau sama dengan RP 60.000.000 menggunakan formulir 1770 SS. Sedangkan untuk karyawan yang penghasilan per tahunnya lebih besar dari Rp 60.000.000 menggunakan formulir 1770 S. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang merupakan karyawan dengan penghasilan lain menggunakan formulir 1770 yang mempunyai penghasilan lebih besar atau lebih rendah dari Rp 60.000.000 juta per tahun. Formulir 1770 tersebut juga berlaku bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang merupakan usahawan atau bukan berstatus sebagai karyawan.

*** Disclaimer***

Open WhatsApp
Perlu diskusi?
Intercountax
Halo...
Silahkan, sekiranya ada yang ingin didiskusikan, kami siap membantu